Friday, January 4, 2013

LISTRIK


Fyuuh..kalau sudah bicara tentang  listrik, pasti langsung terbayang PLN. Tarif yang selalu naik, suka mati seenaknya, dan permasalahan – permasalahan lain yang sering kali kita dengar atau alami sendiri. 

Perusahaan Listrik Negara, sebagai pemasok utama listrik di negara ini pun sering kali mengeluh. Rugi lah, banyak biaya lah, dan lain sebagainya. Produsen dan konsumen sama – sama mengeluh. Kalau sudah demikian, bagaimana ketersediaan listrik yang sudah menjadi kebutuhan utama dalam hidup kita sehari – hari ini? 

Pembangkit Listrik yang paling banyak adalah menggunakan batu bara, sumber energi fosil yang tak terbarukan (atau paling tidak ribuan tahun baru bisa terbarukan). Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masih kurang efektif, karena banyak faktor, terutama lingkungan. Belum lagi masalah infrastruktur. Masih banyak saudara – saudara kita yang belum bisa menikmati listrik, eeh...pasokan minyak dan batu bara sudah menipis. 

Di luar berbagai permasalahan yang ada, kita juga memiliki klewajiban untuk mengubah pola hidup yang selama ini sudah didengungkan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah. 

Penggunaan listrik dari PLN yang seperti sekarang ini menelan biaya yang besar, terutama untuk infrastruktur distribusinya. Pemasangan kabel, penggalian, juga pembangunan tower - tower listrik yang membutuhkan lahan besar. Belum lagi kerugian - kerugian yang ditimbulkan, seperti radiasi listrik di udara (sebutan tepatnya saya kurang paham).
Belum lagi pemanfaatan tower listrik yang tidak semestinya... 

Pemanfaatan tower listrik yang tidak semestinya




hehehe... semoga anda tidak meniru ya... 
:D







 
Oke, kita lanjut lagi.... 


Hemat Listrik.
Mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur waktu – waktu penggunaan listrik, dan lain sebagainya, menjadi salah satu langkah baik dalam melakukan penghematan listrik. Pola hidup kita yang sudah sangat tergantung dengan peralatan bertenaga listrik juga tidak dapat dihindarkan. Lampu, Kulkas, TV, AC hingga handphone atau gadget sudah menjadi kebutuhan primer. Dengan demikian untuk sebagian besar orang mungkin sudah sangat sulit untuk menghindarkan pemakaian listrik.
Namun kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah menyediakan peralatan hemat listrik. Produsen Kulkas, TV, AC, dan lainnya juga sudah memberikan pilihan dengan konsumsi daya listrik yang lebih rendah. 

Selain itu, kita juga sudah dapat menggunakan sumber listrik lain yang gratis! Ya..GRATIS!
Diberikan langsung oleh Tuhan, dan selama ini mungkin kita tidak menyadarinya. Sinar matahari dan Angin. Mungkin anda sudah sering mendengar adanya Sollar Cell atau Panel Surya. Sebuah teknologi yang dapat mengubah tenaga cahaya matahari menjadi tenaga listrik. Sedangkan untuk Tenaga Angin, pasti kita sudah sering melihat icon dari Negeri Belanda yaitu Kincir Angin. Sebenarnya Kincir Angin yang menjadi icin negara Belanda tersebut untuk kepentingan penggilingan. Namun perkembangan teknologi sudah dapat mengalihkan tenaga angin menjadi tenaga listrik.
Namun tenaga Angin hanya dapat diaplikasikan di tempat – tempat tertentu. Sedangkan untuk Tenaga Surya, tentunya seluruh bagian di Bumi ini mendapatkan tenaga matahari, karena cahaya matahari adalah salah satu sumber kehidupan.

Aplikasi tenaga surya menjadi tenaga listrik sebenarnya sudah lama didapat. Sudah banyak kita temui pemanas air dengan tenaga surya. Lomba – lomba kendaraan bertenaga surya juga sudah sering dimenangkan oleh Indonesia di kancah internasional. Bahkan kita tentu pernah lihat kalkulator dengan menggunakan tenaga cahaya. 

Maka dari itu, alangkah baiknya jika teknologi Tenaga Surya ini dapat menggantikan seluruh kebutuhan kita akan listrik. Di luar negeri, sudah banyak dapat ditemui rumah yang menggunakan Panel Surya untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Mungkin belum 100% kebutuhannya terpenuhi, namun paling tidak lebih dari 50% daya listrik yang diserap oleh rumah tangga tersebut dipenuhi oleh Panel Surya. 

 Mengapa Pemerintah Indonesia belum memikirkan alih teknologi itu ke Tenaga Surya? Saya sebagai orang awam mungkin tidak mengetahui rencana pemerintah. Namun sejauh yang saya perhatikan, belum ada kebijakan dari Pemerintah yang mengatur ke arah sana. Masih berkutat mengenai pemenuhan pasokan Batu Bara ke PLTU. 

Daripada menunggu pemerintah yang sibuk sendiri dengan urusannya, kita sebagai masyarakat tentunya tidak dapat berdiam diri melihat bumi kita hancur perlahan karena polusi dan keterbatasan energi, serta pola hidup kita sendiri. 

Apapun dapat kita lakukan demi bumi kita. Hal sekecil apapun pasti akan berpengaruh.


No comments: