Tuesday, August 22, 2017

Desa SADE. Asli Suku Sasak

Beberapa saat yang lalu, TRITONers menyempatkan diri mengunjungi Desa Adat Sasak Sade di Rembitan. Sekitar 15 menit perjalanan dari airport. 

Desa ini memiliki berbagai aturan adat yang masih dipegang teguh. Salah satunya adalah membatasi hanya 700 orang yang boleh berada di dalam Desa Adat, dan hanya anak laki – laki bungsu yang boleh menempati rumah di dalam Desa tersebut. Jika sudah menikah, harus keluar dari desa dan membuat desa baru lagi. Hingga saat ini sudah 15 generasi yang berada di Desa Sade, dan sudah berkembang menjadi 9 desa.
Gerbang Masuk Desa SADE


Masuk ke Desa Sade ini, pengunjung akan ditemani seorang pemandu yang akan menjelaskan berbagai hal mengenai Desa Adat. Mata pencaharian warga Desa Sade adalah petani sawah tadah hujan, sedangkan penduduk perempuan diharuskan untuk mampu menenun. Sedangkan pria sangat dilarang untuk menyentuh alat tenun. Hanya boleh menyentuh bagian depannya saja. Jika seorang perempuan belum dapat menenun, dianggap belum dewasa sehingga tidak diperkenankan untuk menikah. 


Perempuan SADE menenun
Pernikahan yang terjadi di dalam Desa Adat sebagian besar masih sesama kerabat. Diperbolehkan untuk meminang gadis dari luar, namun harus mengikuti seluruh adat
istiadar yang ada. Sedangkan seorang gadis Sade  tidak diperkenankan menikah dengan laki - laki luar Sade. Bisa saja dinikahkan, asal "diculik" terlebih dahulu semalam lalu terpaksa dinikahkan. Namun tentunya gadis tersebut harus keluar dari Desa. 

Rumah - rumah asli berbentuk rendah, sehingga untuk anda yang memiliki tinggi lebih dari 165cm harus menunduk saat masuk rumah, dan berhati-hati saat berjalan menyusuri desa. 
Ruangan rumah hanya ada 3 bagian. Ruang depan adalah untuk kamar orang tua, ayah tidur di dipan sedangkan ibu tidur dibawah. 
Ruangan yang lebih dalam lagi ada dapur, dan ruang tidur anak gadis. 
Rumah Adat Sasak

Tempat Tidur Orang Tua

Dapur

Penulis di depan kamar Gadis


Lumbung Padi







Karena sawah mereka adalah sistem tadah hujan, maka masyarakat Desa Sade memiliki lumbung padi bersama. Hanya seorang perempuan yang boleh masuk ke dalam lumbung. Padahal bentuk lumbung itu tinggi. 












Toko Souvenir




Di dalam Desa Sade juga terdapat toko – toko yang menjual hasil karya tenun, pahat, dan kerajinan lainnya. Sebagai saran, sebaiknya anda memiliki referensi harga atau harus pandai menawar jika ingin berbelanja di dalam desa adat ini. 

Tips awal saat Diving

Rasa takut dan deg-degan tentu akan melanda siapa saja yang belum pernah menyelam bermeter-meter ke bawah laut. Namun jika mengingat akan indahnya alam bawah laut yang ada di Indonesia, rasanya akan rugi jika tak coba olahraga yang satu ini.
Namun, akan jauh lebih baik lagi jika kita mengikuti kursus sertifikasi selam dengan Provider / Agen resmi yang bertandar internasional.

Berikut ini bukan hanya untuk Pemula, tapi Advance maupun Professional pun mungkin masih perlu mengingat kembali tips – tips berikut ini:

1. Dengarkan arahan dari instruktur, wajib!

Saat pertama kali, Anda akan diberikan instruksi lengkap mengenai diving. Mulai dari cara menggunakan masker oksigen sampai cara melihat kadar oksigen di dalam tabung. Penjelasan akan sedikit panjang dan terdengar membosankan, namun sangat penting. Dengarkan dengan baik dan jangan malu untuk bertanya jika tidak mengerti.
Bertanyalah saat Anda tidak terlalu jelas mendengar dan mintalah untuk mengulang penjelasan mereka. 

2. Pilih
Masker yang pas di wajah

Perlengkapan diving yang pas adalah modal utama untuk menjelajah bawah laut.
Masker yang pas sangat penting terutama bagi Anda diver pe
mula.
Mendapati air masuk ke dalam masker tentu akan membuat Anda tidak nyaman dan mungkin panik.

Rasakan kekencangan kacamata saat fitting alat, menunduklah dan rasakan apakah masker terasa lebih longgar. Jangan lupa untuk mengencangkan karet masker sebelum masuk ke dalam air. Jika air sudah terlanjur masuk ke dalam masker, angkat kepala sedikit, buka masker dan dorong air dengan hembusan nafas dari hidung.
Hal ini disebut sebagai Mask Clearing. Lakukan hal tersebut dengan cepat. Kalau bisa, latihan dahulu sebelum benar-benar diving.



3. Jangan tahan nafas saat berada di air


Yang paling penting saat diving adalah jangan tahan nafas selama berada di bawah air. Kadang, secara tidak sadar Anda menahan sedikit nafas saat menghembuskan udara lewat mulut. Hal itu berbahaya karena bisa menimbulkan kecelakaan pada paru-paru.

Bernafaslah dengan normal dan santai selama berada di air. Hirup udara dalam-dalam
lewat mulut dan keluarkan semuanya lewat mulut juga. Kapasitas udara yang masuk dan keluar haruslah sama dan seimbang. Selain itu, udara di dalam tubuh akan membuat Anda lebih ringan sehingga bisa membuat Anda terdorong ke permukaan lebih cepat. Paru – paru kita bersifat sepeeti pelampung alami. 


4. Hafalkan isyarat tangan

Tentu Anda tidak akan bisa bicara selama berada di dalam air. Maka dari itu, diciptakanlah isyarat sebagai media komunikasi selama di bawah laut. Kenali dan hafalkan baik-baik isyarat tersebut. 

Jempol ke atas berarti Anda ingin atau diminta naik ke permukaan. Sedangkan jempol ke bawah diisyaratkan untuk menyelam lebih dalam. Telapak tangan yang bergoyang membentuk seperti gelombang diartikan sebagai adanya masalah. Telapak menarik garis horizontal di leher menjadi isyarat yang paling menyeramkan karena berarti kehabisan
udara.

5. Jangan terlalu jauh dari pemandu

Boleh saja menikmati taman laut sendiri atau berjalan lebih lambat/jauh dari pemandu, namun jangan terlalu jauh. Karena Anda pemula, akan lebih riskan terkena masalah dibanding yang sudah profesional. Kecelakaan akan lebih mudah terjadi saat masalah datang dan Anda berada jauh dari pemandu.


Selain itu, keasyikan menikmati terumbu karang akan membuat Anda lupa diri. Bisa-bisa Anda tersasar dan tertarik arus bawah. Untuk menghindari hal seperti itu, jagalah jarak aman dengan pemandu.

6. Sesuaikan kuping dengan tekanan air


Setiap meter, tekanan air akan semakin kuat. Hasilnya, kuping Anda akan sakit. Ada caranya sendiri untuk menghilangkan sakit di telinga saat berada di dalam laut. Tekan dan hembuskan nafas dari hidung dalam keadaan hidung tertutup. Jika tidak bisa, Anda bisa menelan ludah setiap kali telinga terasa sakit.
Inilah yang disebut Equalizing.

Jangan panik jika sakit tak kunjung hilang. Sampaikan masalah tersebut kepada pemandu. Tidak hilangnya sakit di kuping bisa disebabkan dari penyakit Anda seperti sinus dan pilek yang baru sembuh.
Segera naik ke permukaan secara perlahan karena jika tidak, gendang telinga Anda bisa rusak.


6 tips di atas merupakan sedikit dari tips awal saja. Jika anda sudah mengikuti sertifikasi, maka hal – hal tersebut di atas tidak lagi perlu diingat karena akan sudah menjadi gerakan otomatis seperti hal nya bernafas. 

Monday, August 7, 2017

SERTIFIKASI OPEN WATER

Sebuah Grup perusahaan Forwarding dan Transport terbesar di Jawa Timur akhirnya memiliki Club Diving. Hal ini tercetus setelah pada petinggi perusahaannya tertarik untuk mendalami Recreational SCUBA Diving. 

GAMA Group yang menaungi 12 perusahaan turut mensertifikasikan beberapa karyawan dan direksinya. Bukan hanya di level dasar yaitu Open Water Diver, tapi beberapa anggota juga meningkatkan kemampuannya hingga ke Advance Open Water. 

GAMA Grup merasa perlu mengikutsertakan para pecinta Diving di perusahaannya, karena  para petinggi perusahaan memahami bahwa kegiatan Diving memerlukan pemahaman dan keterampilan khusus untuk menciptakan kegiatan Diving yang aman dan nyaman. 

Selain itu, kegiatan Diving juga menjadi ajang silaturahmi baik antar karyawan maupun dengan kolega - kolega GAMA Group di berbagai bidang. 
Bahkan dengan inisiatif dari GAMA Diving Club inilah, maka TRITON pun menciptakan Dive & Golf Trip. Klik di sini Dive & Golf untuk mengetahui lebih jauh mengenai Dive & Golf. 

Kelas Teori 




Proses awal sertifikasi GAMA Diving Club diadakan di kantor pusat GAMA Group di daerah Perak - Surabaya. Melalui paparan audio - visual dari Instruktur, dengan serius tapi santai, para peserta mengikuti kelas theory ini selama 3 jam.



Kelas Teori ini diadakan 2 (dua) kali, karena menyesuaikan waktu kerja peserta. Kali kedua, kelas teori diadakan di kediaman Bpk.Syamsul, Komisaris GAMA Group, yang juga mengkuti sertifikasi Open Water Diver ini. Karena sudah pertemuan kedua, maka pembahasan makin mendalam. Tapi suasana makin nyaman karena suguhan dan tempat dari tuan rumah yang sangat menyenangkan. 



Kelas Kolam



Pertemuan ke 3 adalah Kelas Kolam untuk sesi Kolam Dangkal. 
Berhubung kediaman pak Syamsul juga tersedia kolam renang yang memadai, maka proses Kolam Dangkal dilakukan di rumah beliau. 





Sedangkan untuk sesi Kolam Dalam, dilakukan di Kolam Renang sebuah hotel di kawasan Pemuda. Selain lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh peserta, kolam ini juga memiliki kedalaman hingg 5m, sesuai dengan standar pelatihan dari Scuba School International (SSI). Kegiatan ini dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. 













Setelah 3 hari pelatihan di surabaya dan dirasa semua peserta sudah siap secara fisik dan mental, maka selanjutnya adalah Ujian Laut Terbuka Open Water Exam. Dengan ide dan kesepakatan bersama para peserta akhirnya ditentukan untuk melakukan Ujian Laut Terbuka di kawasan Pulau Menjangan - Selat Bali. 

Karena berangkat dari Surabaya, maka Kereta Api dipilih untuk menajdi moda transportasi yang digunakan menuju Banyuwangi dan kemudian dilanjutkan dengan mobil. 


Sebagian dari peserta yang memilih untuk naik Kereta Api, karena sebagian lagi membawa kendaraan sendiri. 

Lanjut dengan Mobil, dan menyeberangi Selat Bali, maka rombongan tiba di Menjangan. 









Setibanya di Hotel, sambil makan malam maka diadakan briefing dive plan. 



Petualangan yang sebenarnya pun dimulai !






 


 

 Setelah selesai semua ketegangan... berendam air panas!